Selasa, 19 Juli 2011

Jalan - Jalan ke Makassar....

Kota makasar atau sering dikenal dengan sebutan Ujung Pandang merupakan ibu kota dari provinsi Sulawesi Selatan. Di kota ini ada suku Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Makanan khas Makassar adalah Coto Makassar, Roti Maros, Kue Tori', Palabutung, Pisang Ijo, Sop Saudara, dan Sop Konro. Keanekaragaman budaya, makanan khas dan keindahan alamnya seperti pantai losari, benteng rotterdam dan lain-lain menjadikan Makassar menjadi salah satu tempat tujuan wisata di Indonesia yang harus anda kunjungi.

Berikut ini adalah daftar beberapa tempat menarik yang mungkin bisa anda kunjungi :
1. Pantai Losari 


Jika ingin menikmati panorama sempurna saat sang surya membenam di sore hari, pantai Losari adalah jawabannya.
Keindahan pantai Losari memang tak diragukan lagi. Pantai yang terletak di bagian barat kota Angin Mamiri ini memang memiliki sejuta pesona yang meneduhkan mata. Jika ingin menikmati angin semilir, sebaiknya pilih waktu petang atau malam hari di mana angin sedang mengarah ke laut, sehingga udara panas yang semula membekap tubuh perlahan berganti kesejukan.


Suasana senja makin asyik manakala gurat oranye mulai terukir indah memenuhi hamparan langit di arah timur. Warna oranye yang semula hanya di bagian pinggir perlahan memenuhi seluruh langit biru di sekitarnya.
Inilah kesempurnaan pemandangan yang selalu memunculkan penasaran banyak orang di luar sana untuk menyaksikannya ketika bertandang ke Makassar. Rasanya ada yang kurang ketika berkunjung ke kota ini, namun belum melewatkan senja di pesisir pantai Losari.


2. Benteng Rotterdam


Benteng Rotterdam yang juga dikenal dengan nama benteng Ujung Pandang adalah peninggalan sejarah kejayaan dan keperkasaan kerajaan Gowa pada abad ke 17. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa ke IX. Beliau dikenal dengan nama I Margau Daeng Bonto Karaeng Lakiung, yang dikenal dengan nama Karaeng Turipalangga Ulaweng.


Kini bangunan yang ada di dalam benteng rotterdam dimanfaatkan oleh suaka peninggalan sejarah dan purbakala, pusat kebudayaan dan musium lagaligo. Terletak di jantung kota Makassar, ke arah pantai Losari. Untuk menuju ke lokasi bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan. Di sekitar lokasi tersedia area parkir yang luas, hotel berbintang, restoran, kaffee, travel, toko souvenir, pusat perbelanjaan, wartel, bank dan objek wisata.



3. Pulau Samalona


Pulau Samalona merupakan gugusan pulau karang yang berbentuk  bundar dengan luas 2,34 hektar. Pulau kecil ini merupakan salah satu tujuan  wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasirnya  yang putih dan airnya yang jernih menjadikan pulau ini cocok untuk berjemur. Selain itu, kawasan pulau ini sangat bagus untuk menyelam (diving), karena di  sekelilingnya terdapat karang-karang laut yang dihuni beraneka ragam ikan  tropis yang berwarna-warni, dan biota laut lainnya.
Waktu yang paling baik untuk berwisata di Pulau Samalona adalah  pada bulan Februari sampai Oktober. 


Keistimewaan
Pulau ini menyimpan sejuta misteri tentang karamnya sejumlah kapal peninggalan Perang Dunia Ke-II. Ada sekitar 7 buah kapal yang karam di kawasan  pulau ini, di antaranya: kapal Maru, kapal perang milik Jepang yang karam pada  kedalaman sekitar 30 meter; kapal Lancaster Bomber yang juga karam pada  kedalaman sekitar 30 meter; kapal selam pemburu (gunboat) milik Jepang;  kapal kargo Hakko Maru buatan Belanda; serta kapal selam milik Jepang. Kapal-kapal  yang karam tersebut telah berubah wujud menjadi karang dan menjadi “rumah” atau  “tempat tinggal” bagi ratusan biota laut yang beraneka ragam bentuk, dan jenis serta warna yang sangat mengagumkan. Keindahan inilah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang berenang di antara bangkai-bangkai kapal karam tersebut. 



Selain misteri dan keindahan taman lautnya, para wisatawan juga dapat menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan terbenamnya matahari (sunset) pada satu posisi yang sama. Di pulau ini, wisatawan juga dapat menikmati kelezatan berbagai macam seafood segar yang dimasak dengan cara yang cukup  unik, yaitu diletakkan di atas tempurung kelapa kemudian ditutupi dengan daun  pohon yang tumbuh di sekitar pulau. Dengan cara demikian, aroma asap arang  tempurung kelapa tersebut segera tercium dan dapat menggugah selera makan. 
4. Somba Opu


Jika Anda telah puas berkeliling Kota Makassar untuk memanjakan mata dan lidah maka waktu untuk kembali mulai berdetak telah tiba saatnya bagi Anda untuk mencari buah tangan sebagai antaran bagi keluarga yang menantikan di rumah. Di Makassar Anda tak perlu cemas akan kekurangan buah tangan bagi orang-orang tercinta. Tersedia berbagai jenis souvenir dan oleh-oleh yang harganya cocok bagi kantong Anda.
Jika Anda mencari oleh-oleh dan souvenir maka langkahkan kaki Anda ke jalan Somba Opu yang merupakan pusat souvenir. Di sepanjang jalan ini berjejer toko yang khusus menjual aneka souvenir dan jajanan. Makassar terkenal sebagai kota tempat jajanan kue dan kacang.
Selain jajanan kue dan kacang. Di jalan Somba Opu ini juga terdapat toko yang menjual minyak gosok khas Makassar. Tak kalah nikmatnya adalah berbagai manisan dan dodol, mulai dari manisan pala, manisan asam hingga dodol salak. Seluruhnya ini dapat Anda bawa pulang dengan harga tak lebih dari Rp. 20.000.



Selain jajanan, Makassar juga terkenal dengan berbagai souvenir yang tentunya ingin Anda bawa pulang sebagai kenang-kenangan. Mulai dari kerajinan anyaman dari bambu hingga patung kecil berbentuk tarsius dapat Anda temui di ini. Toko-toko di jalan ini tidak hanya menjual makanan tetapi juga berbagai souvenir hingga perhiasaan emas.
Selain anyaman bambu, juga terdapat untaian kerang yang dibuat menjadi berbagai hiasan. Kerang-kerang ini berasal dari perairan Makassar yang memang terkenal dengan biota lautnya. Anda tak perlu jauh-jauh pergi ke Bunaken untuk memperoleh kerajinan yang sangat indah ini, cukup Anda berjalan menuju toko-toko souvenir maka kerajinan ini dapat ditemui.

0 comments:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites